Posted by: garutonline | January 20, 2008

Pertanian Garut

Tata Guna Lahan Garut

Tata Guna Lahan Garut

Berdasarkan produk sensus pertanian yang diselenggarakan sepuluh tahun sekali dan dipublikasikan menjelang akhir 2004 lalu di Kabupaten Garut terdapat sebanyak 8.224 rumah tangga pertanian yang menguasai lahan tidur, mulai dari luas lahan dibawah 1.000 meter persegi dikuasai 5.590 rumah tangga pertanian hingga lahan tidur diatas seluas 35.000 meter persegi yang dikuasai sebanyak 15 rumah tangga pertanian.

Sedangkan yang terbanyak penguasaan lahan tidur tersebut terdapat di wilayah Kecamatan Talegong mencapai sekitar 889 rumah tangga pertanian, padahal kawasan tersebut merupakan salah satu zona rawan bencana alam tanah longsor dan banjir lumpur di Kabupaten Garut yang patut dilakukan penanaman tanaman keras termasuk jenis komoditi perkebunan lainnya, sebagaimana diungkapkan pemerhati lingkungan setempat Drs Yahya Usman, Minggu.

Penguasaaan lahan tidur oleh rumah tangga petani juga diperlukan perhatian pemerintah agar mereka bisa memanfaatkan sekaligus memberdayakannya dengan beragam jenis tanaman keras yang potensial, berupa komoditi perkebunan yang prospektif maupun memiliki daya saing dan nilai jual yang tinggi, katanya.

Selain itu juga patut dijadikan salah-satu sasaran kegiatan penghijauan maupun reboisasi secara besar-besaran yang diikuti dengan kegiatan pemeliharaannya secara “intens” dan berkelanjutan agar berbagai aktivitas kegiatan penghijauan tidak sebatas perhelatan serimonial yang protokoler namun tidak jelas tingkat keberhasilannya, maka peran serta masyarakat serta elemen lainnya patut terus dilibatkan, tandasnya.

Sementara itu potensi perkebunan di Kabupaten Garut cukup besar dengan luas mencapai 49.804,32 Ha lebih, terbagi atas tanaman perkebunan rakyat 24.209,05 Ha (48,61%), perkebunan besar negara (PTP) sebesar 13.162,90 Ha(26,43%), dan perkebunan besar swasta sebesar 12.432,37 Ha (24,96%).

Perkembangan produksi perkebunan rakyat dapat dilihat dari luas areal dan produksi dari berbagai komoditi yang dibudidayakan serta ikut andil dalam menopang perekonomian masyarakat. Komoditas yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat ada 23 jenis, dan komoditas perkebunan besar terdiri dari : teh, karet, kakao, dan kelapa sawit.

Kelembagaan usaha tani di Kabupaten Garut pada tahun 2004 terdiri dari 365 buah Kelompok Tani, 5 buah Koperasi, 3 buah Asosiasi, 10 buah KUB, 14 orang penangkar benih/bibit, dan 77 unit Penyuling.

Pajak Bumi Bangunan tahun 2003 dari sektor perkebunan besar mencapai nilai Rp.2.271.481.780. Sedangkan tenaga kerja yang terlibat dalam perkebunan besar tercatat 13.020 orang yang terdiri dari 10 orang manajer, 86 orang staf, 9.047 orang tenaga bulanan, dan 3.878 orang tenaga harian tetap, dengan upah yang dikeluarkan sebesar Rp. 7 Milyar per bulan. Tercatat juga biaya operasional pengolahan dari perkebunan besar senilai Rp 4,5 Milyar per bulan, sehingga total uang beredar di perkebunan besar adalah sekitar Rp.11,5 Milyar per bulan.

Komoditas Unggulan berperan dalam menghasilkan devisa dan mempunyai pangsa pasar yang besar dalam perdagangan lokal, regional, dan global yang umumnya telah mempunyai pangsa pasar tertentu di tingkat internasional dan merupakan komoditas spesifik lokal yang mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif dari segi agroklimat (iklim dan kondisi tanah) mampu berkembang dan menjadi unggulan daerah antara lain Teh, Akarwangi, Tembakau, dan Kopi

Sedangkan komoditas prospektifnya Cengkeh, Jahe, Lada, Nilam, Kunir, Kencur, Kelapa, Aren, Panili, Bambu dan Karet, sementara komoditas rintisannya berupa jambu Mete, Haramay, Kapulaga, Kapuk, Jarak, Pala, Pinang , Sereh Wangi, Kayu Manis, Melinjo, Kemiri, Kina, Kakao, dan Kelapa Sawit.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: