Posted by: garutonline | November 18, 2009

Sarana Jalan Pertanian Garut Memprihatinkan

Jalan Garut Rusak File:Garutkab

Jalan Garut Rusak File:Garutkab

Bupati Garut Aceng H.M Fikri mengemukakan, daerahnya memiliki potensi agraris dengan berbagai jenis komoditi pertanian, namun sarana jalan menuju setiap kawasan produktif pertanian berkondisi memprihatinkan.

Kondisi itu berpengaruh terhadap tingkat keuntungan petani, juga diperparah masalah tak adanya kepastian harga serta penanganan pasca panen yang menyebabkan harga anjlok sangat drastis, ungkapnya saat meresmikian pemakaian “Agro Klinik” di Balai Benih Hortikultura (BBH) Cisurupan, Senin.

Padahal sektor pertanian kabupaten Garut, pada 2008 lalu bisa memberi kontribusi 47 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) setempat.

Karena itu, diharapkan adanya bantuan dari pemerintah provinsi Jawa Barat, ujar bupati dihadapan Ketua DPRD Jawa Barat Ir Irfan Suryanagara yang menghadiri perhelatan tersebut.

Karena di daerahnya, kata Aceng H.M Fikri terdapat 14 sentra pengembangan jeruk Garut, antara lain terdiri kecamatan Cikajang, Cigedug, Cisurupan, Pasirwangi, Sukaresmi, Bayongbong, Samarang, Banyuresmi, Wanaraja dan kecamatan Sucinaraja.
Bupati juga mengakui, para petani selama ini lebih dekat dengan pedagan daripada kepala dinas bahkan lebih dekat dengan para pedagang pengumpul ketimbang dengan kepala unit pengelola teknis daerah (UPTD) pada setiap kecamatan.

Sehingga diperlukan Badan Usaha Milik Desa, agar 70 persen petani yang berkondisi “gurem” itu bisa tak guram lagi, tegas bupati.

Bupati menyesalkan pula, meski Garut merupakan sentra produksi jeruk namun yang tersedia di pendopo kabupaten umumnya hanya jeruk mandarin, padahal kebanggaan itu tak sebatas mengakui melainkan bisa langsung menikmatinya.

Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura kabupaten H. Tatang Hidayat, MP mengemukakan, daerahnya merupakan sentra produk jeruk di Jawa Barat dengan jenis keprok (Citrus Reticulata), yang antara lain memiliki aroma khas, menyegarkan, enak dan manis.

Produktivitasnya 40-50 kg/pohon, yang pada 1987 terdapat sekurang nya 1,3 juta pohon pada total areal 2.600 hektare, namun akibat serangan hama CVPD selama lima tahun kemudian atau pada 1992 hanya menyisakan 50.000 pohon.

Sehingga Pemkab Garut bersama instansi lainnya, menyelenggarakan program pelestarian dan pengembangan satu juta pohon jeruk hingga 2011 mendatang dimulai 2006 lalu.

Populasi pada 2006 hampir mencapai 384.599 pohon atau 30 persen dengan produksi 2,665 juta ton, kemudian pada 2009 ini terdapat sekitar 424.000 pohon atau tercapai 42,44 persen, yang optimis target satu juta pohon pada 2011 optimis bisa terlampaui, katanya.  Sumber : Website abupaten Garut


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: